Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

KEMERDEKAAN MILIK ORANG BERTAKWA

Bila kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan melakukan apa saja se kehendak keinginan manusia maka sudah pasti akan terjadi kekacauan dan kehancuran.

Sebaiknya kemerdekaan diartikan sebagai keleluasaan setiap warga dalam keteraturan yang menjaga  keseimbangan pemenuhan hak dan kewajiban sehingga terwujud suatu keadilan sosial.

Ilustrasi, Sumber : WordPress.com
Keteraturan tersebut bersumber dari nilai luhur meliputi asas, moralitas, adab dan kebijaksanaan yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Maka kemerdekaan tidak sama dengan kebebasan manusia mengatur dirinya yang akalnya cenderung dikendalikan oleh hawa nafsu. Kebebasan yang demikian memunculkan persaingan dan perebutan kekuasaan yang menimbulkan tirani dimana sebagian orang menguasai sebagian lainnya.

Kita perlu segera sadar bahwa bangsa Indonesia sedang terjebak dalam 'kebebasan yang kebablasan' sehingga Kemerdekaan memunculkan KESENJANGAN yang makin melebar  bahkan menjauh dari Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kebebasan itu ada didalam kemerdekaan dimana semua warga bebas hidup dalam kedamaian, keadilan, serta terlindung dari bahaya dan kezaliman. Kedamaian akan mudah dirasakan oleh orang yang hidup dalam kebenaran dan kebaikan serta yakin bahwa seluruh kehidupan ada dalam kekuasaan Tuhan Yang Maha Pencipta.

Pilihan untuk hidup dalam kebenaran Tuhan akan mendapatkan hidayah sehingga mudah untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah. Itulah ciri orang beriman dan bertakwa yang selalu hidup damai.

Terkadang di bangsa yang merdeka terdapat penjajahan terselubung. Terjadilah ketimpangan sosial akibat dari gagalnya pemerintah menjaga kemerdekaan. Kekuasaan diperebutkan dengan cara culas mempermainkan media informasi. Rakyat dibodohi dengan informasi 'prestasi semu' yang dibesar besarkan.

Suara sumbang dibungkam, siapa pun tidak boleh bersuara mencela kelemahan pemerintah. Pemikiran dan pendapat yang berbeda dengan pemerintah dianggap sebagai upaya makar yang memecah NKRI. Sementara kelompok serakah berteriak 'AKU INDONESIA, AKU PANCASILA'.

Mengelu-elukan kebinekaan, tapi mereka lupa tunggal ika bahkan mengotori Persatuan Indonesia. Mengaku Pancasila tapi mencela Agama bahkan menista Kitab Suci dengan olok olok.

Ingatlah rakyat Indonesia tidak bodoh... Hati nurani tidak bisa dibohongi. Semua kebusukan akan terbongkar dan nikmatilah balasannya...(Berlanjut.)


Oleh dr. H Minanurrahman

Berbagi

Posting Komentar