-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PANCASILA ITU INTISARI ISLAM

Selasa, 03 Oktober 2017 | 10/03/2017 05:33:00 PM WIB Last Updated 2017-10-04T10:33:34Z
Bila ada tuduhan 'upaya umat Islam ingin mengganti ideologi Pancasila', itu sangat lucu. Justru yang perlu dicurigai adalah si penuduh, jangan jangan mereka berupaya memelintir pemahaman Pancasila agar bisa menerima paham Liberalisme dan Komunisme.


Yang diperjuangkan umat Islam justru menegakkan sila sila Pancasila agar betul betul menjadi dasar dalam berbangsa dan bernegara. Sejak reformasi telah terjadi 'penyelenggaraan pemerintahan' yang menyimpang dari Pancasila sebagai dasar negara.

Maka para pemimpin muslim mencium gelagat buruk yang sudah kelewat batas, bahkan dengan terang terangan mereka menyudutkan umat Islam. Mereka merasa sudah menguasai pusat pemerintahan sehingga bisa menggerakkan aparat kepolisian untuk menangkapi tokoh tokoh Islam yang mengganggu mereka.

Syukur Alhamdulillah masih ada seorang Panglima yang dengan gagah berani membela umat Islam dan 'lantang berkata' adanya ancaman kebangkitan 'neo komunisme' yang berwajah Kapitalis. Dengan strategi 'nonton bareng' film *Pengkhianatan G30S PKI* membuat Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Tap MPRS tahun 1966 tentang Pembubaran PKI', menyatakan 'tidak boleh ada komunisme di Indonesia' dan memerintahkan Polri dan TNI menindak tegas gerakan yang mendukung komunisme.

Para Pendiri Bangsa yang menyusun dasar negara Pancasila adalah para cendikiawan dan alim ulama. Mereka menggali nilai nilai luhur bangsa dan intisari ajaran agama kemudian menyusunnya menjadi azas azas atau sila sila dasar filosofis ideologi. Maka tersusunlah 5 prinsip kehidupan kemanusiaan; 

1. Manusia adalah makhluk Tuhan yang diciptakan untuk mengabdi kepada Tuhan. Maka bangsa Indonesia menegaskan bahwa dasar ideologi adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan ajaran agama. Bangsa Indonesia memeluk agama dari Tuhan yang Maha Esa, berarti ajaran agama menjadi dasar falsafah kehidupan yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. 

2. Manusia Indonesia adalah manusia yang barakhlak dan berbudaya mulia. Memandang seluruh manusia itu sederajat, mempunyai hak dan kewajiban yang sama, serta harus berlaku adil pada sesama manusia. Bangsa Indonesia bergaul dengan bangsa lain dalam kedudukan dan perlakuan yang saling menghormati. Bangsa Indonesia mendukung perdamaian dan kemerdekaan setiap bangsa. Maka falsafah KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB menjadi  dasar bertindak dalam kehidupan.

3. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya yang menyatu dalam satu kebangsaan Indonesia. Maka PERSATUAN INDONESIA menyatukan rasa kebangsaan, rasa tanah air dan berbahasa satu Bahasa Indonesia. Rasa persaudaraan dalam keberagamaan ini membuat kepedulian sesama yang sangat toleran dan menghindari diskriminasi serta menghormati perbedaan. _Inna khalaknamun min dzakarin wa unsa wa jaalnakum su'uban wa qobaila lita'arafu_ 

4. Kehidupan berbangsa harus memperhatikan kepentingan rakyat yang beraneka kepentingan, maka Pemimpin harus dari pilihan rakyat dan membuat kebijakan berdasarkan permusyawarahan yang mufakat sehingga tidak ada yang merasa diabaikan. Inilah inti Demokrasi Indonesia yaitu KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARAHAN PERWAKILAN. 

5. Tujuan dari penyelenggaraan Pemerintahan adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat dalam KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA. Tidak boleh ada rakyat terlantar, terisolir atau terhalang untuk mendapatkan hak hidup dasar. Inilah kewajiban seluruh rakyat Indonesia untuk menyisihkan harta untuk menolong orang yang kesusahan
Jelaslah bahwa PANCASILA itu sangat sesuai dengan Islam yang menciptakan Kedamaian bagi seluruh manusia di dunia, tidak membeda bedakan dan berlaku adil. Maka sungguh sangatlah naif dan lucu bila ada yang mempertentangkan Islam dengan Pancasila. PANCASILA itu adalah SARIPATI ISLAM.

Oleh dr. H Minanurrahman
×
Berita Terbaru Update