-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bertemu Tokoh-Tokoh Agama Dunia di Moskow, Din Syamsuddin: Perlu Teologi Bersama tentang Kerukunan

Rabu, 27 Maret 2019 | 3/27/2019 11:32:00 AM WIB Last Updated 2019-03-27T04:32:39Z
Prof Din Syamsuddin mengajak tokoh-tokoh agama dunia untuk membangun teologi bersama (shared theology) tentang kemajemukan, hidup berdampingan secara damai, toleransi, dan kerukunan.

Dokumentasi saat Din Syamsudin menhadiri Group of Strategic Vision “Russia-Islamic World” di Hotel President, Moskow, 11-12 Juni 2015 (foto KBRI Moskow)

Menurut Co-President of World Conference on Religions for Peace atau Religions for Peace International itu, agama-agama, walau ada perbedaan pada sistem kredo yakni konsepsi tentang Tuhan, namun memiliki titik singgung tentang kemajemukan, koeksistensi, toleransi, dan kerukunan. “Titik singgung ini hanya dapat dilihat jika keberagamaan sejati diletakkan pada kemanusiaan. Beragama sejatinya untuk manusia dan kemanusiaan,” ujarnya.

President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) itu menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan para tokoh agama-agama dunia di Moskow, Senin (25/3/19).

Pertemuan sehari yang mengambil tema Ways to Achieve Interreligious Peace: Roles of Theologians, Diplomat, and Public Figures ini diselenggarakan bersama Kantor Dewan Mufti Russia, Russian Orthodox Church, dan ISESCO dan dihadiri sekitar 150 tokoh berbagai agama dari berbagai negara di dunia.

Din yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mengatakan, Islam sangat menekankan aspek humanis keberagamaan ini. Hal ini, menurutnya, dapat dipahamai dari pernyataan Alquran bahwa misi kerasulan Muhammad SAW adalah menyebar rahmat bagi seluruh umat manusia, bahkan alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).

“Maka sudah saatnya dikembangkan teologi kerukunan bahkan antaragama yang berbasis pada humanisme religius ini,” pesan Din, sebagaimana dia sampaikan secara tertulis pada PWMU.CO, Rabu (27/3/19) pagi. Din meyakini jika teologi semacam itu dikembangkan atau diarusutamakan, maka sebagian masalah peradaban manusia dan kemanusiaan dapat ditanggulangi. (MN)
Sumber : PWMU.CO 27 Maret 2019
×
Berita Terbaru Update