Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Seburuk-buruknya Suamimu, Dia Tetap Lebih Baik Ketimbang Mantan yang Pernah Menjadi Kekasih Harammu

Istri, memilih hidup bersama dalam rumah tangga itu bukan hanya tentang senang-senang sesaat, tetapi bagaimana kau menjadikan keadaan yang terjalin sakral itu benar-benar membawa keberkahan dan makna yang indah.


Jadi, tentang kekurangan suamimu, harusnya kau tak usah gelisah dan resah tentang hal itu, karena seburuk-buruknya suamimu tetaplah lebih baik dirinya ketimbang mantan yang pernah kekasih harammu dulu.

Tidak Usah Mengeluhkan Kekurangan Pasanganmu, Apalagi Kau Sampaikan Aibnya Pada Orang Lain

Maka, tidak usah kau mengeluhkan kekurangan pasanganmu, apalagi kau sampaikan aibnya pada orang lain.

Kau harus ingat bahwa kau dipilih untuk menjadi pakaian untuknya, dan begitu sebaliknya suamimu adalah pakaian bagimu, maka salinglah menutupi aib diri masing-masing agar kedamaian selalu menyanding, dan rahmat Allah pun berlimpah.

Jangan sampai kau membanding-bandingkannya dengan orang yang ada dimasa lalumu, sebab pasangan halalmu akan tetap lebih baik darinya.

Jangan sampai kau membanding-bandingkannya dengan orang yang ada dimasa lalumu, sebab pasangan halalmu akan tetap lebih baik darinya, mengapa?

Karena keberaniannya mengikatmu dalam ikatan yang halal, sedang masalalumu hanya bisa mengajakmu bersenang-senang pada lembah kemaksiatan.
Meskipun Suamimu Masih Banyak Kekurangan Menurutmu, Tapi Tetap Tanggung Jawabnya Lebih Hebat Dari Ia Yang Tak Mampu Bertanggung Jawab Dulu
Maka hargailah papaun kekurangan suamimu, meskipun suamimu masih banyak kekurangan menurutmu.

Tapi tetap tanggung jawabnya lebih hebat dari ia yang tak mampu bertangung jawab dulu, yang hanya tahu caranya mencinta tapi tak tahu caranya memuliakan cintanya padamu dihadapan Allah dan orangtuamu.

Bila Ada Yang Mau Disesali Dan Dieluhkan, Seharusnya Adalah Dirimu Sendiri Yang Tak Bisa Bersabar Menghadapi Ujian Pernikahan

Dan bila ada yang mau disesali dan dielhkan, seharusnya adalah dirimu sediri yang tak bisa bersabar menghadapi ujian pernikahan.

Yang harusnya disesali adalah dirimu yang tak mampu ikhlas dan bersabar dalam menghargai kekurangan dirinya, dan bodohnya dirimu karena sudah tak menyadari bahwa tak ada makhluq sempurna didunia.

Harusnya Kau Sadar, Bahwa Tak Ada Yang Sempurna Didunia Ini. Tentang Kekurangannya, Harusnya Kau Bisa Lebih Menyempurnakannya Melalui Kelebihanmu
Iya, harusnya kau sadar bahwa tak ada yang sempurna didunia ini. Tentang kekurangannya, harusnya kau bisa lebih menyempurnakannya melalui kelebihanmu.

Karena hakekat hidup bersama dalam atap pernikahan ini adalah untuk saling menyempurnakan satu sama lain, bukan saling mengeluhkan kekurangan masing-masing.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

sumber : klinikbermanfaat.blogspot.com
Source: humairoh.com

Berbagi

Posting Komentar