-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Analisa Kenapa Tuan Guru Bajang Layak Jadi Menteri Agama di Kabinet Jokowi-Ma’ruf

Senin, 06 Mei 2019 | 5/06/2019 06:06:00 PM WIB Last Updated 2019-05-06T11:06:12Z
Siapa sih yang tidak kenal Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A, atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB)?
Ia lahir di Pancor, Selong, Lombok Timur, NTB, 31 Mei 1972.
Berarti, saat ini usianya masih 46 tahun.
Tapi, siapa sangka, diusianya yang masih cukup muda itu, TGB sudah menjabat Gubernur NTB 2 periode, yakni masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018.
Pada periode pertama, ia didampingi oleh Wagub, Badrul Munir. Dan di periode kedua ia didampingi oleh Wagub, Muhammad Amin.
Sebelum menjadi orang nomor 1 di NTB, TGB pernah tercatat sebagai anggota DPR-RI lho. Masa jabatan periode 2004-2009 dari PBB. Ia duduk di Komisi X, yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan.
Suatu pencapaian yang luar biasa bukan? Ketika berusia 31 tahun, tapi sudah menjadi anggota dewan pusat.
Lalu, apa latar belakang pendidikan politisi partai Golkar itu?
TGB mengenyam pendidikan dasar di SDN 3 Mataram (Sekarang SDN 6 Mataram), lulus pada tahun 1986.
Ia melewati jenjang pendidikan SMP, di MTs Mu'allimin Nahdlatul Wathan Pancor, hanya dalam waktu 2 tahun saja.
Dan lulus Aliyah di yayasan yang sama, yakni pada tahun 1991.
Sebelum memasuki perguruan tinggi, TGB menghafal Al-Qur'an di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Nahdlatul Wathan, Pancor selama setahun, yakni antara 1991-1992.
Kemudian, pada tahun 1992, TGB berangkat ke Mesir, guna menimba ilmu di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an di Universitas Al-Azhar Kairo. Dan berhasil meraih gelar Lc pada tahun 1996.
Lima tahun berikutnya, ia berhasil meraih gelar Master of Art (M.A), dengan predikat Jayyid Jiddan.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1 dan S2, di Al-Azhar selama 10 tahun, TGB melanjutkan program S3 di universitas dan jurusan yang sama.
Ia berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat Martabah EL-Syaraf El Ula Ma`a Haqqutba atau Summa Cumlaudepada Sabtu, 8 Januari 2011.
Pertanyaan selanjutnya, apa saja sih prestasi yang sudah diraih oleh salah seorang Timses Jokowi-Ma’ruf itu?
Ada banyak banget.
Berikut diantaranya :

Tahun 2008, meraih “Investment Award” dari Wapres dan penghargaan Ksatria Bhakti Husada dari Presiden.

Tahun 2009, meraih Penghargaan Gubernur Paling Visioner, Bidang Tenaga Kerja dari Majalah Birokrat Profesional dan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dari Presiden.

Tahun 2010, meraih Penghargaan Indonesia Tourism Award 2010 sebagai The Best Province in Tourism Developmentdari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Tahun 2011, meraih Penghargaan sebagai Tokoh Perubahan 2010 dari Harian Republika dan Penghargaan The Best Dedicated Governor in Developing of MICE Industry 2011 versi Majalah Venue Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tahun 2012, meraih Penghargaan sebagai Gubernur Pembina Terbaik Nasional, Kategori Badan Kerjasama Antar Desa Aspek Kemitraan PNPM Mandiri Perdesaan, dari Mendagri dan Penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara (APN) 2012 Bidang Ketahanan Pangan dari Kementerian Pertanian.

Tahun 2013, meraih Penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Pertama dalam Pencapaian Sasaran Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), dari Menteri Bappenas, dan Anugerah Pangripta Nusantara 2013, Sebagai Provinsi Terbaik Ketiga Kelompok B (luar Jawa-Bali) Kategori Utama.

Tahun 2014, meraih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Terbaik I Tingkat Nasional dari Komisi Informasi Pusat dan Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2014 Bidang Ketahanan Pangan, dari Kementerian Pertanian.

Tahun 2015, meraih Penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden, atas prestasi pembangunan bidang kependudukan dan keluarga berencana, dan Lombok tercatat sebagai World's Best Halal Honeymoon Destination dan World's Best Halal Tourism Destinationdalam ajang The World Halal Travel Summit and Exhibition Award 2015.

Tahun 2016, meraih Penghargaan sebagai kepala daerah yang memberikan peran besar dalam pembinaan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Penghargaan Satya Lencana Aditiya Karya Mahatva Yodha sebagai Pembina Umum Karang Taruna Provinsi Terbaik Tahun 2016.

Dll.
Itu baru sebagian kecilnya saja lho, penghargaan yang berhasil diraih oleh TGB. Masih banyak lagi yang lain.
Dan, untuk lebih lengkapnya, silahkan klik link di bawah ini :

Pertanyaannya, di periode kedua presiden Jokowi ini, TGB cocoknya jadi menteri apa?
Jika Rizieq calon kuat Menteri Agama Prabowo, maka menurut hemat penulis TGB cocoknya jadi Menteri Agama di Kabinet Jokowi-Ma’ruf,
Kenapa Menteri Agama?
Karena, pertama, latar belakang agama (keIslamannya) sangat baik.
SMP dan SMA, ia tamatkan di sekolah Islam. Berlanjut ke S1 sampai S3, semuanya studi agama.
TGB sendiri, setidaknya, memenuhi tiga syarat sebagai calon menteri yang baik, yakni pertama, berpengalaman memegang jabatan politis, kedua, berasal dari keturunan ulama, dan yang ketiga, punya bekal pendidikan yang baik pula.
Dibandingkan dengan Prabowo saja, ia lebih berpengalaman dalam memegang jabatan di pemerintahan.
Kemudian, dari sisi pengalaman administratif, bekal TGB tentu sudah lebih dari cukup.

Siapa tahu, nanti, dengan TGB terpilih jadi Menteri Agama, ia bisa menurunkan ongkos naik haji. Hehehe
Kemudian, di Kementerian Agama juga perlu penyegaran.
Lukman Hakim Saifuddin memang cukup baik memimpin Kementerian urusan spiritual itu. Tapi ia sudah 2 periode. Bahkan sudah sejak SBY jadi presiden dulu.
Belum lagi, saat ini, namanya juga diseret-seret oleh KPK, terkait korupsi di Kemenag yang dilakukan oleh eks ketua partai-nya, Romahurmuzy.
Jelas, dengan dipertahankannya Lukman sebagai Menag, akan menjadi Menteri Agama terlama sepanjang sejarah Indonesia. Dan sedikit-banyak-nya, dengan dia dipanggil KPK, akan mencoreng citra Kementerian yang dibentuk pada 3 Januari 1946 itu.
Itulah kenapa, TGB layak menjadi Menteri Agama periode 2019-2024, menggantikan Lukman Hakim Saifuddin.
Sumber :

Sumber : seword.com 
×
Berita Terbaru Update