Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Masih Tersedia 7.978 Kamar untuk Penonton MotoGP

LIPUTANNTB.ID, MATARAM - Ketersediaan kamar di NTB jelang MotoGP masih cukup banyak. ”Penginapan di Lombok masih tersedia dengan banyak pilihan kamar dan lokasi menginap,” tegas Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi, Rabu (23/2).

Pihaknya mencatat jumlah kamar 17.833 unit. Terdiri dari 7.816 unit kamar di hotel bintang dan non bintang, 1.659 di hotel melati, villa 1.025 kamar, bungallow 1.030, homestay 3.060, rusun 245, camping ground 2.600, dan sarhunta 398.

iklan

Khusus hotel berbintang, di Mataram 2.829 kamar. Senggigi 2.077 kamar dan Mandalika 1.167 kamar. ”Selebihnya terdistribusi di Gili Tramena, Pemenang dan Sembalun,” katanya.

Sedangkan homestay berada di Mandalika 1.695 kamar. Sisa berikutnya tersebar di Senggigi, Lingsar, Suranadi, Tete Batu, dan sekitar Gili Tramena, serta Sembalun. ”Dari 17.833 kamar berikut sebarannya itu, baru terisi 9.855 kamar atau sekitar 55 persen saja,” katanya.

Rinciannya, terdiri dari 6.534 hotel bintang dan non bintang. Umumnya berada di Mataram sebanyak 2.731 kamar, Senggigi 1.927 kamar, dan Mandalika 1.167 kamar. Berikutnya homestay sebayak 1.528 dengan tingkat keterisian terbanyak di Mandalika dan sekitarnya.

Artinya, masih ada sekitar 45 persen atau 7.978 kamar yang belum terisi atau kamar yang masih bisa dipesan para tamu. Tersedia mulai dari kawasan Gili Tramena, Pemenang, Senaru, Sembalun, Mataram, Jerowaru, Tete Batu, Lingsar, Suranadi, Sekotong, area Camping ground dan masih banyak sisa lainnya. Namun jumlah tersebut dipastikan terus berubah seiring penjualan tiket MotoGP.

”Bahkan di area Senggigi pun masih tersedia hotel berbintang sekitar 49 kamar,” katanya.

Ia belum bisa memastikan penyebab stagnannya pesanan hotel jelang MotoGP. Dari pantauannya, pelaku usaha perhotelan masih menerapkan tarif normal. Meski beberapa lokasi seperti Mataram, Senggigi dan Mandalika menaikkan harga, tapi masih dalam jumlah yang relatif wajar.

”Kita harap mereka tetap memberlakukan harga wajar sehingga NTB kembali dipercaya menggelar event Internasional lain yang akan datang,” katanya.

Sarannya, upaya menggairahkan pemesanan kamar dengan inovasi paket perjalanan. ”Harapan kita para pelaku pariwisata membuat paket perjalanan alternatif dengan beragam kombinasi alam, budaya, maupun ekraf,” ujarnya.

Ketua Indonesian Travel Agent Association (Astindo) NTB Sahlan M Saleh mengungkapkan padangannya. Dia menduga, isu kamar hotel habis menjadi salah satu penyebab sepinya pesanan tiket MotoGP beberapa pekan belakangan. Padahal situasi di lapangan, masih amat banyak akomodasi yang masih tersedia.

”Ini salah satu faktor yang membuat penjualan tiket cenderung stagnan,” katanya.  sumber : lombokpost.jawapos

Berbagi

Posting Komentar