Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Innalillahi, Balita Meninggal Setelah Lima Menit Disuntik

KONFERENSI: Direktur RSUD Kota Bima dr. Faturrahman (dua kanan) bersama dokter saat menyampaikan klarifikasi soal kematian balita Muhammad Alfa Rizki di rumah sakit setempat, kemarin (4/3). (Juliadin/Radar Tambora/LPG)

Innalillahi, Balita Meninggal Setelah Lima Menit Disuntik
RSUD Kota Bima Bantah Tuduhan Malapraktik

LIPUTANNTB.ID - KOTA BIMA-RSUD Kota Bima menyikapi kematian Muhammad Alfa Rizki warga Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Mereka telah memanggil dan meminta keterangan dokter serta petugas yang menangani pasien berusia 3 tahun itu.

Direktur RSUD Kota Bima dr. Faturrahman mengatakan, dokter dan perawat sudah dimintai klarifikasi terkait penanganan pasien tersebut. Dari pengakuan mereka, dari awal pasien masuk hingga dinyatakan meninggal dunia, tindakan yang telah diberikan sudah sesuai  prosedur tetap (Protap) penanganan.

“Secara garis beras, awalnya pasien masuk ke RSUD alami gejala diare dan dehidrasi,” katanya saat jumpa pers, Jumat (4/3).

Saat diberikan tindakan penanganan, kondisi pasien drop dengan gejala gula menurun. Sehingga diambil tindakan dengan diberikan suntikan glukosa dengan tujuan menaikan gula darah. Tindakan itu untuk mengantisipasi kematian pasien. “Namun upaya itu tidak berhasil, sehingga pasien tidak tertolong,” terangnya.

Kendati begitu, pihaknya berencana mendatangi rumah orang tua korban, sore kemarin. RSUD akan memberikan penjelasan medis penanganan yang telah diberikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sementara, dr. Hidayat yang menangani langsung pasien menjelaskan, awalnya balita itu dibawa ke rumah sakit oleh orang tau dan keluarga dalam kondisi lemas. Selanjutnya pasien diperiksa di IGD dengan keluhan mencret lebih dari 10 kali dalam sehari. Selain itu, mencret juga mengeluarkan lendir berbau tak sedal. Termasuk mual muntah, tidak mau makan dan minum, serta keluhan lainnya. “Keluhan itu sudah dialami pasien tiga hari sebelum masuk ke rumah sakit,” katanya.

Melihat kondisi pasien tersebut, petugas medis memberikan tindakan berupa suntikan glukosa cair melalui selang infusnya.

Hidayat memastikan, penanganan yang  diberikan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Termasuk  tindakan yang dilakukan berdasarkan persetujuan keluarga pasien. “Tidak ada tindakan kami yang melenceng dari SOP,” tegasnya.

Diketahui, balita dari pasangan Fahrizal dan Ririn asal Kelurahan Jatibaru itu menghembuskan nafas terakhir, Rabu malam (2/3) di RSUD. Pasien meninggal setelah 5 menit diberikan suntikan glukosa melalui selang infus. sumber : lombokpost.jawapos

Berbagi

Posting Komentar