Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Pasca Angelina Sondakh Bebas Dari Penjara

LIPUTANNTB.ID - Hujan mengguyur Kota Bandung Sabtu malam ini, 12 Maret 2022 ketika catatan kecil tentang sosok anggun Angelina Sondakh saya tulis.

Sejak Kamis, 3 Maret silam, artis dan mantan politisi Demokrat itu menghirup udara bebas, setelah 10 tahun mendekam di penjara dalam kasus suap Wisma Atlet Palembang.

Angelina Sondakh keluar dari Lapas Perempuan Kelas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur sekitar pukul 06.30 WIB dengan menggunakan atasan kaus putih dan blezer warna pink serta celana warna ungu.

Ia kemudian meninggalkan lapas dengan menumpang mobil Nissan Xtrail B 1622 LP dan langsung menuju makam suaminya Adjie Massaid di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan. 

Pada hari perdana kebebasannya itu, Angelina Sondakh juga kembali aktif di media sosial Twitter setelah 12 tahun vakum.

Angelina terakhir membuat tweet atau postingan pada 31 Desember 2009.Kini, ia kembali bercuit di Twitter untuk pertama kalinya.

Dalam cuitan perdananya usai bebas, Angelina menyatakan permintaan maafnya. Selain itu, ia juga mengaku menyesal. 

"Alhamdulillah saya sudah dinyatakan bebas, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia setelah perbuatan saya tidak patut ditiru, dicontoh. Saya sepenuhnya menyesal," tulisnya di akun @AngelinaSondakh. Tweet perdana itu dibuat pada pukul 10.46 WIB.

Keluar dari Lapas, Angelina Sondakh langsung menuju ke makam suaminya, Adjie Massaid di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan. Ia ziarah makam bersama putranya, Keanu Jabaar Massaid.

Terlihat pula Aaliyah Massaid, putri Adjie Massaid dari Reza Artamevia menemani Angie, sapaan karibnya.

Angelina Sondakh hadir di komplek pemakaman sekitar pukul 08.42 WIB menggunakan mobil hitam berjenis SUV mengenakan busana berwarna merah muda.

@Angie Curhat Tentang Sosok Srigala Berbulu Domba

Pada kanal YouTube Keema Entertaiment Selasa, 8 Maret 2022, Angie curhat tentang sosok serigala berbulu domba yang ia akui membuat dirinya mendekam di penjara dan enggan terjun lagi ke dunia politik.

Ia mengaku, mendengar kata politik, rasanya trauma.

Ketika curhat pada ayahnya, ia mengucapkan mau mencari jalan hidup lain. Ia meyakini, Allah SWT memberi jalannya menjalani kehidupan baru yang membawa berkah.

Istri mendiang Adjie Massaid ini memilih mendengarkan nasihat ayahnya untuk tidak mencoba masuk ke dunia politik.

Selama 10 tahun mendekam di penjara, Angie mendapatkan banyak hidayah dan hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk hidup menjadi lebih baik.

“Apapun yang Angie lakukan, apapun perbutan orang ke Angie, Angie merasa sepuluh tahun ini dapat hidayah,” katanya.

Terutama soal persahabatan dirinya dengan rekan-rekan politiknya.

“Dapat hikmah luar biasa bahwa persahabatan itu tidak mesti karena kepentingan,” sambung Angelina Sondakh.

Angie mengungkapkan, sebelum menjadi terpidana kasus korupsi dan mendekam di penjara, banyak sekali orang-orang mencari, mengidolakan dan menyanjungnya.

Namun hal itu berbalik, setelah ia resmi ditetapkan menjadi terpidana kasus korupsi.

Angelina Sondakh menyebut, teman-temannya di dunia politik mulai menghilang, seperti tak memperdulikan dirinya.

Dan hanya orang tuanya, lanjut Angie, terutama sang ayah yang setia mengunjunginya saat mendekam di hotel prodeo, alias penjara.

“Satu tahun masih datang, dua tahun tinggal 50 persen, tiga tahun menghilang. Hanya my dad yang setia mengunjungi saya seminggu tiga kali,” bebernya.

Pernyataan Angie itu adalah responnya saat ayahnya, Lucky Sondakh pernah memberikan sebuah buku tulisan Nicollo Machiavelli, yang disebut sebagai bapak politik dunia.

Ada kalimat yang hingga kini Angelina Sondakh ingat, yakni dalam dunia politik tidak mengenal adanya saudara atau sahabat.

“There is no everlasting friends but only interest. Dalam politik, tidak ada saudara atau sahabat yang abadi, yang ada adalah kepentingan,” ujarnya lagi.

Sang ayah, Lucky Sondakh pun, membenarkan hal tersebut. Ia merasa sudah membuktikan pernyataan Nicollo Machiavelli dari kasus putrinya sendiri.

Hal itu dapat dibuktikan, kata Lucky, demi kepentingan orang-orang tertentu, menyudutkan dan menjerumuskan putrinya ke dalam perbuatan yang fatal.

Lucky Sondakh yang mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Menado, mengibaratkan, bahwa di dunia politik seseorang akan berhadapan dengan serigala berbulu domba.

Iklan

"Bos bilang mau mempromosikan kamu, tapi akhirnya malah menjerumuskanmu,” kata Lucky Sondakh.

Ia pun memberikan nasihat kepada Angelina Sondakh untuk mengambil sisi positif dari pengalaman pahit tersebut.

Dari tempat saya berada saat ini di Kota Bandung, saya menyambut gembira bebasnya Angelina Sondakh. Insya Allah, Tuhan bersama hamba-Nya yang sabar dan taat beribadah.***

Catatan kecil Didin Maninggara dari kota bandung

Berbagi

Posting Komentar