Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Penjualan Listrik Meningkat, PLN Cetak Kenaikan Laba Jadi Rp 17,4 Triliun

PLN mencatat kenaikan volume penjualan listrik sebesar 133,87 TWh pada semester I 2022. Meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya 125,49 TWh. (Foto: Istimewa)


LIPUTANNTB.CO.ID, JAKARTA-PT PLN (Persero) berhasil mencetak laba bersih Rp 17,4 triliun pada semester I 2022. Angka ini naik 162,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,6 triliun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, kenaikan laba ini ditopang peningkatan penjualan listrik, seiring membaiknya perekonomian nasional, serta didukung langkah tranformasi dan efisiensi yang dilakukan perseroan.

“Ini merupakan buah manis dari berbagai strategi dan langkah transformasi yang telah kami jalankan,” kata Darmawan.

Pada semester I 2022, PLN mencatat kenaikan volume penjualan listrik sebesar 133,87 Terra Watt hour (TWh). Meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya 125,49 TWh.

Darmawan menjelaskan kenaikan penjualan tenaga listrik ini ditopang oleh pertumbuhan yang signifikan pada pelanggan industri dengan penambahan volume penjualan listrik 5,4 TWh atau 14,3 persen hingga akhir Juni 2022. “Kenaikan penjualan listrik yang signifikan dari golongan industri ini menandakan perekonomian yang mulai pulih di tengah pandemi,” katanya.

Baca Juga :  PKK NTB Gelar Lomba Masak Pakai Kompor Induksi

Atas penjualan listrik yang mengalami kenaikan tersebut, PLN berhasil membukukan penjualan tenaga listrik senilai Rp 150,6 triliun, meningkat 7,2 persen atau bertambah Rp 10,1 triliun.

Darmawan menambahkan, pertumbuhan kinerja penjualan listrik merupakan representasi dari keberhasilan program-program yang dilakukan. Antara lain akuisisi captive power, peningkatan renewable energy certificate (REC), konversi kompor LPG ke kompor induksi, electrifying marine dan electrifying agriculture yang mendorong penambahan pelanggan sebanyak 1,4 juta hingga Juni 2022. Total, saat ini PLN melayani hingga 83,9 juta pelanggan.

Di sisi lain, EBITDA berhasil dipertahankan positif sebesar Rp 55,4 triliun dan EBITDA margin 26,2 persen di tengah penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing utama yang memengaruhi operasional perusahaan.

Baca Juga :  Siswa dan Guru Terpapar Korona, Dua SD di Mataram Ditutup Sementara

“Tentu saja pencapaian ini tak lepas dari kerja keras para insan PLN, dukungan pemerintah dan stakeholder serta seluruh pelanggan. Kami terus berdedikasi memberikan layanan terbaik kepada seluruh  masyarakat Indonesia,” ujarnya. source : lombokpost.jawapos.com 

Berbagi

Posting Komentar