-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KPU NTB : Antusiasme Tinggi, 118.757 Orang Dafrar Sebagai KPPS

Minggu, 24 Desember 2023 | 12/24/2023 09:34:00 AM WIB Last Updated 2023-12-24T02:34:38Z

Ilustrasi KPPS Pemilu 2024

LIPUTANNTB.net  |  Sejak dibukanya pendaftaran pada 11 Desember hingga berakhir pada 20 Desember 2023, jumlah pelamar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai angka yang mencengangkan, yakni 118.757 orang


Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat NTB untuk berperan aktif sebagai anggota KPPS dalam Pemilu mendatang.


"Antusiasme ini bisa kita lihat dari jumlah pendaftar itu mencapai 118.757 orang dari total kebutuhan KPPS sebanyak 113.701 orang yang bertugas di 16.243 TPS di seluruh NTB," ujarnya pada sosialisasi tahapan kampanye di Senggigi, Lombok Barat, Minggu.


Agus Hilman, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM, mengakui bahwa antusiasme ini terlihat dari jumlah pendaftar yang melebihi total kebutuhan KPPS sebanyak 113.701 orang. Mereka akan bertugas di 16.243 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh NTB.


Meski jumlah pelamar KPPS sangat tinggi, Agus Hilman menekankan bahwa hal ini tidak menjamin bahwa semua TPS akan terpenuhi oleh pelamar KPPS-nya.


Meskipun honorarium bagi KPPS telah dinaikkan menjadi dua kali lipat dari Pemilu sebelumnya, yaitu Rp1,2 juta untuk ketua dan Rp1,1 juta untuk anggota, masih ada beberapa TPS yang belum terpenuhi jumlah anggota KPPS-nya.


Agus Hilman menjelaskan bahwa KPU NTB akan menerapkan Sirekap, sebuah sistem yang membuat pekerjaan KPPS menjadi lebih mudah dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Meskipun satu TPS seharusnya memiliki tujuh anggota KPPS, namun ada beberapa TPS yang belum memenuhi kuota tersebut.


Untuk mengatasi hal ini, KPU NTB telah meminta KPU kabupaten/kota untuk melakukan penguatan sosialisasi. Beberapa kejadian di lapangan menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang kurang mendapatkan informasi, sehingga diharapkan sosialisasi yang lebih masif dapat mengatasi ketidakpahaman tersebut. ***


Editor: Hayyan Sumber: Antara




Iklan advertising 


×
Berita Terbaru Update