Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

  • Diposting oleh : Joni Irawan
  • pada tanggal : 7/03/2024 07:23:00 AM


KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

(STUDI KASU SMAN 1 MOYO HULU, TAHUN KEDUA 2023/2024 PELAKSANAAN SEKOLAH PENGGERAK)

Ranggdani Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Teknologi Sumbawa


Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).


Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Profil Pelajar Pancasila adalah profil lulusan yang bertujuan menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan diraih dan menguatka nilai-nilai luhur Pancasila peserta didik dan para pemangku kepantinngan. Kemudian profil Pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yang diantaranya;


1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia,

2) Berkebinekaan Global,

3) Mandiri,

4) Bergotong royong,

5) Bernalar Kritis dan

6) Kreatif. Sekolah  Penggerak  adalah  program  Merdeka  Belajar


Yang Ke 7  dari  Kemendikbudritekdikti yang didalamnya ada program Ko Kurikuler yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar. SMA Negeri 1 Moyo Hulu adalah salah satu sekolah penggerak Angkatan kedua yang ditetapkan oleh kemendikbud.  


Implementasi perubahan kebijakan pendidikan, termasuk kurikulum, adalah suatu proses pembelajaran yang panjang sehingga pemerintah memberikan kesempatan kepada pendidik dan  satuan  pendidikan  untuk  mengimplementasikan  Kurikulum  Merdeka  sesuai  dengan kesiapan masing-masing dari  sekolah./ Satuan Pendidikan (Kemendikbudristek  2022).


Seperti halnya peserta didik belajar sesuai dengan tahap kesiapan belajar mereka, pen-didik  dan  satuan  pendidikan  juga  perlu  belajar  mengimplementasikan  Kurikulum  Merdeka sesuai   dengan   kesiapan   masing-masing,   dan   berangsur-angsur   semakin   mahir   dalam menggunakannya.Kurikulum   Merdeka   adalah   kurikulum   dengan   pembelajaran   intrakurikuler   yang beragam  di  mana  konten  akan  lebih  optimal  agar  peserta  didik  memiliki  cukup  waktu  untuk mendalami  konsep  dan  menguatkan  kompetensi.


Guru  memiliki  keleluasaan  untuk  memilih berbagai  perangkat  ajar  sehingga  pembelajaran  dapat  disesuaikan  dengan  kebutuhan  belajar dan  minat  peserta  didik.  Projek  untuk  menguatkan  pencapaian  profil  pelajar  Pancasila dikembangkan  berdasarkan  tema  tertentu  yang  ditetapkan  oleh  pemerintah.  Projek  tersebut tidak  diarahkan  untuk  mencapai  target  capaian  pembelajaran  tertentu,  sehingga  tidak  terikat pada konten satu ataubeberapa mata pelajaran. (Kemendikbudristekdikti, 2022). 


Program  ini  merupakan  pembelajaran  berbasis  projek  yang  ditujukan  sebagai penguatan profil pelajar pancasila melalui tema yang telah ditetapkan Projek Penguatan Profil Pelajar  Pancasila  memberikan  pembelajaran  yang  kontekstual,  mengasah  kemampuan  ber-pikir,  dan  pemecahan  masalah  kepada  murid.  Murid  pun  juga  belajar  mengaplikasikan  ilmu lintas disiplin pada program ini.Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelaja-ran lintas disiplin ilmu untuk  mengamati dan memikirkan solusi ter-hadap permasalahan di lingkungan seki-tarnya. Projek Penguatan Profil Pelajar Pan-casila menggunakan pendekatan pembelajaran  berbasis  projek (project  based  learning)  yang  berbeda dengan  pembelajaran berbasis projek dalam program intrakurikuler di dalam kelas. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  memberikan  kesempatan  bagi  peserta  didik  untuk  belajar  dalam  situasi  tidak  formal,  struktur  belajar  yang  fleksibel,  kegiatan  belajar  yang  lebih  interaktif,  dan  juga  terlibat langsung  dengan  lingkungan  sekitar  untuk  menguatkan  berbagai  kompetensi  dalam  Profil Pelajar  Pancasila.Dalam  pelaksanaannya, kegiatan  ini  mempunyai  alokasi  waktu  sendiri  dan tidak terikat dengan mata pelajaran apapun. Asesmen yang  dilakukan pun berfokus pada ke 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila.


Implementasi Projek Penguatan Profil  Pelajar  Pancasila yang  dilakukan  oleh  Kepala SMA Negeri 1 Moyo Hulu pada tahun kedua pelaksanaan sekolah penggerak adalah Pertama  pemimpin  sekolah  Penggerak  membentuk  Komite  pembelajaran.  Komite  Pembelajaran  adalah  sebuah  tim  di  tingkat  satuan  pendidikan  yang  terdiri  dari    Kepala  Sekolah dan  guru-guru  yang  dipilih  oleh kepala  sekolah.  Fungsi  Komite  pembelajaran  adalah  untuk merancang    dokumen    Kurikulum    Operasional    Satuan    Pendidikan    (KOSP)    termasuk merancang Projek  Penguatan  Profil  Pelajar  Pancasilasebagai  Kokurikuler  di  sekolah, kedua Kepemimpinan  Kepala  SMA  Negeri 1 Moyo Hulu  Mengadakan   IHT  tentang  Kurikulum Merdeka  dan  KOSP  termasuk  In  Hause  Traning  (IHT)  dalam  mengembangkan Projek  Penguatan Profil Pelajar Pancasila(P5), ketiga Kepemimpinan Kepala SMA Negeri 1 Moyo Hulu membentuk dan memilih tim fasilitator serta Koordinator Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) terdiri dari  guru guru  yang mata pelajaran terintgrasi dalam tema dan modul projek. Keempat Kepemimpinan Kepala SMA Negeri 1 Moyo Hulu memilih Tema projek  dan dimensi Profil Pelajar Pancasila (P5).


Pemilihan tema P5 dilaksanakan dalam rapat kecil bersama tim projek, komite  pembelajaran  dan  beberapa  orang  guru,  termasuk  semua  siswa  yang  dilibatkan . Kemudian  setelah  selesai  rapat  kecil,  selanjutnya  hasil  rapat    disampaikan  dalam  rapat  besar  yang  dihadiri  oleh  Kepala  sekolah  untuk  mengimplementasikan  tema  projek  yang  sudah  disepati dan dijadikan kegiatan Kokurikuler di sekolah. Kelima Kepemimpinan Kepala SMA Negeri 1 Moyo Hulu menentukan  waktu  pelaksanaan,  Setelah  topik  P5  disusun, langkah  selanjut-nya adalah  menentukan  waktu  pelaksanaan,   merancang  alokasi  waktu   Projek  Pengutan  Profil Peljarar  Pancasila  dan mengidentifikasi  jumlah  total  jam  projek  profil dalam  satu  pekan.


Keenam Kepemimpinan  Kepala  SMA  Negeri 1 Moyo Hulu  bersama  para    guru Menyusun  dan mengembangkan  Modul  Projek  Penguatan  Profil  Pelajar  Pancasila,  serta  membuat  laporan akhir dari kegiatan P5 yang dilakukan oleh tim projek beserta siswa.


Pada tahun Pelajaran 2023/2024 SMA Negeri 1 Moyo Hulu menyepakati 3 (tiga) Projek, Projek 1 Sehat Jiwa dan Raga Melalui Senam Kreasi atau Tari Kreasi melalui Senam Kreasi atau Tari Kreasi yang mengangkat tema Bangunlah Jiwa dan Raganya menciptakan kesempatan belajar murid untuk membentuk diri sesuai Profil Pelajar Pancasila.


Bertujuan untuk melatih kesehatan fisik dan mental secara berkelanjutan, projek dengan metode pembelajaran yang aktif dan berpusat pada murid ini diharapkan menjadi perangkat yang menawarkan titik temu kolaborasi dan mengidentifikasi pihak terkait untuk meningkatkan kesehatan Jiwa serta raga dari peserta didik. Melalui projek ini, murid pada akhirnya diharapkan telah mengembangkan secara spesifik dua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni gotong royong dan Kreatif Projek 2 Pemilihan Ketua Osis dan Wakil ketua Osis 2023 Proyek ini memeiliki tujuan untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Proses Demokrasi, Mengembangkan Kepemimpinan dan Kemampuan Manajemen Siswa, Menanamkan Nilai-Nilai Demokrasi dan Etika, Memperkuat Rasa Persatuan dan Kebersamaan di, Melatih Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Analitis, Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas dalam Organisasi Siswa, Meningkatkan Keterampilan Organisasi dan Koordinasi, Menjadi Sarana Pendidikan Politik Praktis di Sekolah, Mengidentifikasi dan Mempromosikan Potensi Kepemimpinan Siswa, Memfasilitasi Evaluasi dan Perbaikan Sistem Pemilihan di Sekolah.


Projek 3  Kreativitas Untuk membuat Baju Adat Sunbawa ( Lamung Pene) Proyek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta kemmpuan untuk memelihara serta melestarikan warisan Budaya dalam hal ini Baju Adat Sumbawa (Lamung Pene). Dengan proyek ini diharapkan dapat membangun tiga dimensi profil Pelajar Pancasila yaitu Bergotong Royong, Kreatif, dan mandiri. Pada proyek ini Peserta didik dapat mempelajari cara membuat baju adat sumbawa (lamung Pene) yang merupakan warisan budaya yang harus tetap di jsgs dsn dilestarikan.


Profil  Pelajar  Pancasila  merupakan  pelajar  sepanjang  hayat  yang  kompeten  dan  memiliki  karakter  sesuai  nilai-nilai  Pancasila.” Pernyataan ini memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat, kompeten, dan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menunjukkan adanya paduan antara  penguatan  identitas  khas  bangsa  Indonesia,  yaitu  Pancasila,  sebagai  rujukan  karakter pelajar  Indonesia;  dengan  kompetensi  yang  sesuai  dengan  kebutuhan  pengembangan  sumber daya manusia Indonesia dalam konteks perkembangan Abad 21. Projek  Penguatan  Profil  Pelajar  Pancasila  di SMA Negeri 1 Moyo Hulu  dapat berjalan kontinyu dan bisa terlaksana dengan baik, dengan dukungan semua tim projek, semua guru, siswa  juga kepala sekolah dan akhirnya  SMA Negeri 1 Moyo Hulu menjadi contoh Role Model  bagi sekolah sekolah  lain.

Berbagi

Posting Komentar